Desaindan implementasi yang tepat dapat menjadikan kota-kota seperti Jakarta tempat yang bagus untuk hidup - tidak hanya ditentukan oleh kekayaannya, tetapi juga oleh kesejahteraan yang ditawarkannya untuk saat ini dan masa depan. Kesejahteraan: Dimulai dengan lalu lintas yang lebih baik dan solusi berbasis data. Banyak proyek kota pintar yang sukses dimulai dengan meringankan titik rasa sakit masyarakat menggunakan data dan sistem informasi yang terhubung untuk membentuk dasar untuk perbaikan. Memanfaatkanruang udara di atas kota diyakini menjadi solusi kemacetan. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kendaraan dimensi ketiga diharapkan bisa jadi solusi bagi kemacetan lalu lintas yang makin parah. Mobilitas udara menjanjikan tempo perjalanan lebih cepat dan mudah bagi masa depan. Padatahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis. Seributenaga honorer dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Jumat, 5 Agustus 2022; Cari. dan selama ini menjadi ujung tombak pada masa pandemi MenataMasa Depan Ruang Perkotaan dengan Konsep "Transit Oriented Development". Seperti yang kita ketahui, (sebagian besar) perkotaan dan kemacetan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kemacetan sendiri merupakan buah dari beberapa faktor permasalahan yang disebabkan oleh penduduk kota itu. Beberapa faktor diantaranya adalah meningkatnya DPRDKota Bandung menyarankan diberlakukan sistem ganjil genap bagi mobil pribadi. Dishub Kota Bandung Pertimbangkan Saran Penerapan Ganjil-Genap untuk Urai Kemacetan | Republika Online REPUBLIKA.ID FRyCBJ. Pekan lalu, DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang RUU Ibu Kota Negara menjadi undang-undang, menandai resminya ibu kota baru Indonesia, yang sudah dibicarakan sejak tahun yang Buku Saku Pemindahan Ibu Kota Negara, alasan pemindahan ibu kota diantaranya ancaman Jakarta yang tenggelam, banjir, gempa bumi, serta penurunan butuh 42 hari untuk Rancangan Undang-Undang untuk dibahas dan disahkan, menjadikannya sebagai RUU tercepat yang disahkan di tidak ada oposisi terhadap proses pengesahannya, satu-satunya partai yang konsisten menolak adalah Partai Keadilan Sejahtera, dengan alasan pemindahan ibu kota baru sangat membebani keuangan negara yang saat ini sedang berfokus memulihkan perekonomian. Kepadatan penduduk jadi salah satu alasan mengapa Jakarta tidak lagi dianggap layak menjadi ibu kota negara.Foto AntaraKapan ibu kota Indonesia mulai pindah?Pemerintah dan DPR menyepakati ibu kota baru bernama Nusantara di Kalimantan Timur, yang akan dipimpin seorang kepala badan otorita yang ditunjuk langsung oleh Undang-Undang Ibu Kota Negara, pemindahan status Ibu Kota Negara dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke Kalimantan Timur dilakukan pada Semester pertama tahun 2024, bersamaan dengan berakhirnya masa kepresidenan Joko Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut proyek ibu kota baru terlalu dipaksakan untuk alasan politis."Ambisi politik dalam proyek ini dominan dibanding rasionalitas ekonomi," mengatakan proyek dengan anggaran Rp466,9 triliun ini berisiko memberatkan keuangan negara."Terkesan hanya untuk legacy Pemerintah." Banyak warga di Jakarta berharap kualitas hidup mereka akan meningkat setelah tidak menjadi lagi ibu kota.Koleksi Green Peace IndonesiaApa yang akan terjadi pada Jakarta?Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan, "Jakarta akan terus menjadi pusat perekonomian", selain pusat dari sektor lainnya, seperti sektor kebudayaan, serta "tetap menjadi simpul dari bangsa Indonesia."Muhamad Eka Yudhistira adalah warga Jakarta yang juga berdarah berharap beban Jakarta bisa berkurang setelah tidak lagi menyandang gelar ibu kota."Meski mungkin enggak banyak berkurang karena Jakarta akan tetap jadi pusat ekonomi, tapi seenggaknya masalah kemacetan dan polusi bisa sedikit berkurang," kata Eka. Muhamad Eka Yudhistira berharap ibu kota baru akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, khususnya bagi warga sekitarnya.Koleksi pribadiEka mengaku ia butuh waktu minimal satu jam untuk berkendara dari rumahnya ke kantornya di Jakarta, padahal hanya berjarak 9,5 berharap pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur tidak akan berdampak buruk untuk penduduk asli."Pasti [pembangunan ibu kota baru] ada dampaknya. Apakah nanti efeknya akan seperti orang-orang betawi di Jakarta yang tersingkirkan? Kita enggak tahu.""Pemerintah harus benar-benar memaksimalkan penduduk lokal di sana. Kan pembangunan katanya harus merata."Pengamat dari Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, mengatakan, ia tidak khawatir akan nasib Jakarta saat sudah tidak lagi berstatus ibu kota negara. Elisa Sutanudjaja dari Rujak Centre for Urban Studies mengatakan kepemimpinan menjadi penentu masa depan Jakarta.Koleksi Pribadi Elisa Sutanudjaja."Sebagai logistic hub, dengan populasi terbanyak yang masih di Jawa, pusatnya masih akan tetap di Jakarta. Saya enggak terlalu khawatir.""Soal land subsidence [penurunan tanah],sebenarnya sudah mulai slow down sejak 2010. Pembatalan reklamasi teluk Jakarta, misalnya, sebenarnya berdampak bagus karena berarti pembangunan enggak di-push lagi ke utara yang udah sinking," jelasnya."Tapi tenggelam atau tidaknya Jakarta tidak relevan dengan pindah atau tidaknya ibu kota, karena ini tergantung regulasi, seberapa ketat melarang orang untuk ekstraksi tanah dalam."Ia mengatakan, dalam kasus-kasus tertentu, pemindahan ibu kota akan berdampak baik untuk Jakarta karena mengurangi eksploitasi yang didorong pembangunan ekstraktif."Proyek yang problematik, seperti pembangunan jalan tol double decker di Jakarta juga bisa ditimbang ulang keberlanjutannya karena pengaruh Pemerintah pusat berkurang di sana."Ia menambahkan dengan tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara, Jakarta sebagai provinsi berpeluang lebih leluasa mengatur tata ruangnya sendiri, yang selama ini kerap berseberangan dengan kepentingan Pemerintah pusat."Pemerintah pusat memiliki kecenderungan mengabaikan aturan tata ruang … banyak tata ruang Jakarta yang dilanggar oleh pemerintah pusat, misalnya kawasan Senayan di Jakarta Pusat, yang adalah zona hijau tapi bisa di-lego jadi mall."Tata ruang menurutnya adalah "wasit" di antara kepentingan politik, kepentingan ekonomi, dan kepentingan masyarakat luas."Selama ini kepentingan ekonomi yang selalu menang di Jakarta. Kalau tata ruangnya dan pemerintahnya enggak bisa menjadi wasit, Jakarta akan begitu terus, mau ibu kota pindah atau enggak."Jadi menurutnya masa depan Jakarta akan sangat tergantung dari visi pemimpin Jakarta itu nasib aset negara di Jakarta?Dengan status sebagai pusat bisnis, gedung-gedung milik Pemerintah pusat di Jakarta diperkirakan tidak akan kosong atau terbengkalai, meski akan ditinggalkan para pegawainya jugaSeperti yang dikatakan Kementerian Keuangan, aset negara yang ada di Jakarta, yang terdiri dari Gedung-gedung Kementerian atau Lembaga hingga Istana Negara, rencananya akan disewakan untuk membiayai mega proyek ibu kota."Aset yang di Jakarta itu kami optimalkan supaya bisa mendapatkan dana untuk pembangunan di Ibu kota baru," ujar Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan."Tidak selalu dijual, bisa juga kita kerja sama-kan dengan diberi waktu 30 tahun atau beberapa tahun, nanti uangnya digunakan di sana," menyebutkan, aset negara di Jakarta ada sekitar Rp semua orang menyambut baik rencana ini?Yati Dahlia adalah warga yang sudah tinggal di Sepaku, Kalimantan Timur, sejak ia dilahirkan 31 tahun lalu. Yati Dahlia khawatir jika petani tidak akan bisa bekerja lagi jika lahan mereka diambil.Koleksi pribadiIa mengatakan warga Sepaku "tidak pernah dikonsultasikan" tentang rencana pembangunan yang akan terjadi hanya beberapa kilometer dari rumah mereka."Ini bukan hutan. Banyak penduduk asli yang tinggal di sini," katanya.“Apakah mereka pikir kami hanya pohon di sini? Kami adalah manusia dan kami ingin dimanusiakan. [Pemerintah] harus membantu kami terlebih dahulu daripada memaksakan kehendak mereka."Mereka tidak pernah mendengarkan kita di sini." PresidenJoko Widodo saat mengunjungi Kalimantan Timur, melihat lokasi di mana Nusantara akan dibangun.Dokumentasi Istana Kepresidenan, Muchlis JrPradarma Rumpang, aktivis lingkungan dan koordinator Jaringan Advokasi Tambang JATAM di Kalimantan Timur mengatakan rencana relokasi akan semakin memperburuk kerusakan lingkungan yang ada di masyarakat, seperti kurangnya akses terhadap air.“Bahkan dalam keadaan normal, krisis air bersih menjadi masalah bagi daerah-daerah tersebut,” ujarnya."Ini adalah masalah utama yang selalu ada. Apa yang akan terjadi ketika ada ledakan penduduk dalam waktu singkat?"Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia memproyeksikan populasi wilayah ibu kota baru akan tumbuh dari menjadi di tahun 2025, kemudian 1,5 juta pada tahun juga mempertanyakan pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, yang mengatakan ibu kota baru akan menciptakan lebih dari 1,3 juta pekerjaan. Pradarma Rupang khawatir jika pembangunan bisa menimbulkan risiko merusak ekosistem di lingkungan sekitar.Koleksi pribadiIa mengatakan ribuan rumah tangga "akan tercabut dari akar ekonominya" sebagai penggarap, pemburu, petani, karena pembangunan ibu kota pencaharian lebih dari nelayan lokal di sekitar kota terdekat Balikpapan juga berpotensi terkena dampaknya, juga khawatir dengan lalu lintas kapal, yang membawa jutaan ton bahan bangunan untuk proyek ibu kota akan mendominasi sungai-sungai yang keluarganya bekerja sebagai petani, khawatir pembangunan Nusantara akan memaksanya untuk merelakan tanah untuk kedua kalinya, setelah pernah diambil oleh makelar tanah tanpa sepengetahuannya."Jika mereka memaksa kami untuk menyerahkan tanah kami, apa yang akan kami tinggalkan?""Apa yang harus kita lakukan agar anak-anak kita bisa bertahan hidup?"Baca laporannya dalam Bahasa Inggris Jakarta, CNBC Indonesia - TomTom, salah satu perusahaan teknologi yang mengatur lalu lintas, merilis Indeks Lalu Lintas 2018 yang menyoroti tingkat kemacetan pada 403 kota di 56 laporan tersebut disebutkan, kemacetan lalu lintas terus meningkat selama satu dekade terakhir pada hampir 75% kota yang disurvei dalam indeks. Juga ada fakta tingkat kemacetan yang stabil antara 2017 dan RedaksiSayonara Macet! Berkat Tol Trans Jawa Mudik LancarBosan Hadapi Macet Arus Balik Lebaran? Coba Aplikasi IniTak Mau Macet? Hindari Puncak Arus Balik 8-9 JuniDikutip dari Statista, terlihat, Mumbai menjadi kota yang memiliki tingkat kemacetan tertinggi di kota mana pun tahun lalu dan penumpang di sana dapat menghabiskan rata-rata waktu perjalanan ekstra 65% karena terjebak dalam lalu Kolombia, Bogota, berada di urutan kedua dengan tingkat waktu ekstra perjalanan yang dibutuhkan 63%, sementara Lima di tempat ketiga dengan 58%. India kembali masuk di tempat keempat, kali ini New Delhi yang dinobatkan. Sebab, pengemudi di sana membutuhkan 58% waktu lebih banyak di bagaimana dengan Indonesia? Tentunya, Ibukota kita termasuk dalam nominasi kota dengan tingkat kemacetan tertinggi, yang mana Jakarta berada di urutan ke-7, setelah Istanbul, dengan tingkat waktu ekstra perjalanan yang dibutuhkan sebesar 53%.Foto StatistaStatista DataDi sisi lain, Moskow menjadi kota yang memimpin Benua Eropa dalam kemacetan lalu lintas dan pengemudi yang sedang berkendara di Rusia dapat mengharapkan 57% tambahan waktu perjalanan macet di di Amerika Serikat, Los Angeles memiliki tingkat kemacetan terburuk tetapi mereka masih jauh lebih sedikit daripada kota-kota dalam infografis ini yaitu 41%.Satu-satunya sisi kemacetan yang benar-benar positif adalah hal itu merupakan indikator ekonomi yang kuat. Namun, hal tersebut juga tentu saja datang dengan dampak lingkungan yang mengerikan sebagai tambahan biaya dari waktu para komuter yang Direktur TomTom untuk Informasi Lalu Lintas Ralf-Peter Schäfer mengatakan, ia tetap optimistis. TomTom kini tengah bekerja menuju masa depan di mana kendaraan listrik tengah dikembangkan, sehingga masa depan kita benar-benar bebas dari kemacetan dan melanjutkan dengan mengatakan, "Kita memiliki teknologi untuk mewujudkan masa depan ini - tetapi itu membutuhkan upaya kolaboratif. Dari otoritas jalan, ke pemerintah; pembuat mobil hingga pengemudi mobil, kita semua memiliki peran untuk dimainkan." Artikel Selanjutnya Pengusaha Soal Rencana Aturan Jam Kerja Atasi Macet Jakarta hps/hps SOLO – Pertumbungan jumlah kendaraan pribadi di Kota Bengawan sudah mengkhawatirkan. Sementara ini tidak diimbangi pertambahan ruas jalan. Bila tetap dibiarkan dalam jangka panjang kemacetan akan menjadi ancaman masa depan kota. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno memperlihatkan data cukup mencengangkan. Jumlah kendaraan pribadi milik warga Solo sampai saat ini sudah tembus 850 ribu unit. Jumlah ini diyakini bakal terus bertambah setiap tahunnya. “Data ini berdasar hasil uji publik yang kami lakukan. Jika dikomparasikan dengan data volume kendaraan yang melintas di Solo sebelum pandemi, Red dengan 2 juta kendaraan per hari, tentu kepadatan di Kota Solo sangat tinggi,” beber Hari. Karena itu, perlu pengembangan dan perluasan layanan. Agar bisa mengubah pola mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Caranya dengan memaksimalkan layanan transportasi publik. Ini sudah dirintis sejak 2010 dengan menghadirkan Batik Solo Trans BST. “Pengembangan dilakukan dengan berbagai tahap. Mulai dari perbaikan armada, perbaikan pelayanan, hingga konsep buy the service 2018-sekarang. Dari perluasan daya jelajah, kami sudah bisa menghubungkan layanan transportasi publik yang melayani penumpang di permukiman dengan feeder dan penumpang di jalan utama dengan BST. Yang juga terkoneksi dengan angkutan aglomerasi Trans Jateng,” jelas dia. Dishub Surakarta juga akan segera meluncurkan dua koridor baru BST pada 2022. Dengan dua tambahan itu, seluruh jalur antarwilayah yang bersinggungan dengan kabupaten sekitar bakal terfasilitasi seluruhnya. “Terkait perluasan pelayanan, sudah ada pembicaraan dengan pemerintah pusat terkait pembukaan dua koridor baru. BST koridor 5 Kartasura-Banyuanyar-Bekonang dan BST koridor 6 Terminal Tirtonadi-Solo Baru. Kalau koridor sebelumnya dari barat-timur dan sebaliknya. Dua koridor baru ini akan memfasilitasi penumpang dari utara ke selatan dan sebaliknya,” tambah Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad. Grand desain angkutan perkotaan di Kota Solo sebetulnya sudah sejak era Wali Kota Joko Widodo hingga saat ini. Hanya praktiknya mulai disesuaikan dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi dan kemajuan zaman. Angkutan perkotaan yang sudah dirancang sedemikian rupa ini bisa makin terkoneksi dengan moda transportasi lainnya. Mulai dari aglomerasi, kereta api, hingga pesawat terbang sehingga memudahkan masyarakat untuk berpergian lebih mudah. “Dengan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan murah maka masyarakat semakin hari akan beralih ke kendaraan umum. Sehingga ke depan bisa mengatasi kemacetan,” ujarnya. Selama pemberlakuan pemberlakuan pembatasna kegiatan masyarakat PPKM, diakui penumpang BST-Feeder mengalami penurunan. Namun, di PPKM level 3 ini mulai meningkat lagi. “Penumpang seluruh koridor BST itu sekitar penumpang per hari. Kalau feeder penumpang per hari. Jika tidak masa pandemi pasti bisa lebih tinggi,” kata dia. Dengan dua penambahan koridor baru di 2022 diharapkan BST-feeder mampu menjadi pilihan utama untuk menunjang mlobilitas masyarakat Kota Bengawan. “Saat ini masih berlalu buy the service, jadi masih gratis. Ke depan tentu akan mulai berbayar, tapi tarifnya tidak mahal. Karena berpindah armada cukup sekali bayar. Mungkin sekitar Rp untuk umum, kalau tarif pelajar separonya,” tutur Taufiq. ves/bun/dam SOLO – Pertumbungan jumlah kendaraan pribadi di Kota Bengawan sudah mengkhawatirkan. Sementara ini tidak diimbangi pertambahan ruas jalan. Bila tetap dibiarkan dalam jangka panjang kemacetan akan menjadi ancaman masa depan kota. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno memperlihatkan data cukup mencengangkan. Jumlah kendaraan pribadi milik warga Solo sampai saat ini sudah tembus 850 ribu unit. Jumlah ini diyakini bakal terus bertambah setiap tahunnya. “Data ini berdasar hasil uji publik yang kami lakukan. Jika dikomparasikan dengan data volume kendaraan yang melintas di Solo sebelum pandemi, Red dengan 2 juta kendaraan per hari, tentu kepadatan di Kota Solo sangat tinggi,” beber Hari. Karena itu, perlu pengembangan dan perluasan layanan. Agar bisa mengubah pola mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Caranya dengan memaksimalkan layanan transportasi publik. Ini sudah dirintis sejak 2010 dengan menghadirkan Batik Solo Trans BST. “Pengembangan dilakukan dengan berbagai tahap. Mulai dari perbaikan armada, perbaikan pelayanan, hingga konsep buy the service 2018-sekarang. Dari perluasan daya jelajah, kami sudah bisa menghubungkan layanan transportasi publik yang melayani penumpang di permukiman dengan feeder dan penumpang di jalan utama dengan BST. Yang juga terkoneksi dengan angkutan aglomerasi Trans Jateng,” jelas dia. Dishub Surakarta juga akan segera meluncurkan dua koridor baru BST pada 2022. Dengan dua tambahan itu, seluruh jalur antarwilayah yang bersinggungan dengan kabupaten sekitar bakal terfasilitasi seluruhnya. “Terkait perluasan pelayanan, sudah ada pembicaraan dengan pemerintah pusat terkait pembukaan dua koridor baru. BST koridor 5 Kartasura-Banyuanyar-Bekonang dan BST koridor 6 Terminal Tirtonadi-Solo Baru. Kalau koridor sebelumnya dari barat-timur dan sebaliknya. Dua koridor baru ini akan memfasilitasi penumpang dari utara ke selatan dan sebaliknya,” tambah Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad. Grand desain angkutan perkotaan di Kota Solo sebetulnya sudah sejak era Wali Kota Joko Widodo hingga saat ini. Hanya praktiknya mulai disesuaikan dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi dan kemajuan zaman. Angkutan perkotaan yang sudah dirancang sedemikian rupa ini bisa makin terkoneksi dengan moda transportasi lainnya. Mulai dari aglomerasi, kereta api, hingga pesawat terbang sehingga memudahkan masyarakat untuk berpergian lebih mudah. “Dengan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan murah maka masyarakat semakin hari akan beralih ke kendaraan umum. Sehingga ke depan bisa mengatasi kemacetan,” ujarnya. Selama pemberlakuan pemberlakuan pembatasna kegiatan masyarakat PPKM, diakui penumpang BST-Feeder mengalami penurunan. Namun, di PPKM level 3 ini mulai meningkat lagi. “Penumpang seluruh koridor BST itu sekitar penumpang per hari. Kalau feeder penumpang per hari. Jika tidak masa pandemi pasti bisa lebih tinggi,” kata dia. Dengan dua penambahan koridor baru di 2022 diharapkan BST-feeder mampu menjadi pilihan utama untuk menunjang mlobilitas masyarakat Kota Bengawan. “Saat ini masih berlalu buy the service, jadi masih gratis. Ke depan tentu akan mulai berbayar, tapi tarifnya tidak mahal. Karena berpindah armada cukup sekali bayar. Mungkin sekitar Rp untuk umum, kalau tarif pelajar separonya,” tutur Taufiq. ves/bun/dam Kereta bawah tanah yang penuh sesak dan jalan raya yang macet sudah jadi fenomena biasa di kota-kota besar. Jika kota-kota sudah merasakan kekurangan lahan di atas dan bawah tanah, itu saatnya membangun sarana di udara. Para ahli yakin akan hal itu. Kai Uwe Schröder, peneliti dari RWTH Aachen, berpendapat, ini pasti kunci penting bagi mobilitas masa depan, karena dapat menyelesaikan banyak masalah. Sekarang semakin banyak proyek lalu lintas berurusan dengan mobilitas perkotaan dalam dimensi ketiga. Tobias Meinert dari RWTH Aachen menjelaskan, itu artinya kita menggunakan ruang udara di atas kota. Sekadar untuk menciptakan lebih banya tempat, karena jalanan di permukaan tanah ketersediaannya terbatas. Dan memang bisa kita lihat setiap hari, bagaimana penuhnya gondola yang bergantung pada rel Pada apa yang dinamakan Ottobahn misalnya, gondola bergelantungan pada sistem rel yang berlokasi lima sampai sepuluh meter di atas kota. Pada sistem ini tidak perlu stasiun perhentian. Gondola bisa berhenti dan turun ke tanah di setiap lokasi yang diinginkan, untuk menurunkan atau menaikkan penumpang. Lokasi pemberangkatan dan tujuannya bisa dikendalikan setiap penumpang lewat sebuah aplikasi. Sebuah perusahaan rintisan di München sudah melaksanakan ide mobilitas di udara ini pada tahapan penerapan. Di bagian utara München “start-up” itu sedang membangun pilot proyek pertama. Rene Müller, peneliti yang terkecimpung dalam proyek Ottobahn, mengungkapkan, system itu menawarkan kenyamanan transportasi individual dengan harga seperti alat transportasi umum konvensional. "Pada dasarnya ini gabungan dari keunggulan alat transportasi jarak dekat yang kita punya sekarang, dengan aspek-aspek individual, yang bisa dilihat dalam lalu lintas mobil pribadi,. begitu keterangan Fabian Zeller, yang juga berperan dalam proyek Ottobahn. Marc Schindler menambahkan, dengan jaringan ini mereka bisa melengkapi kota-kota dengan sangat cepat dan biaya relatif kecil.. Lewat animasi, “start-up“ itu juga sudah menunjukkan, bagaimana kenampakan lapangan Potsdamer Platz di Berlin, jika diubah untuk memfasilitasi Ottobahn. Yang tertingal hanya pertanyaan, apakah kendaraan di atas tanah benar-benar akan memberikan lahan cukup bagi kendaraan dari udara. Di samping proyek semacam , juga ada proyek yang menggabungkan beberapa elemen kendaraan umum misalnya UpBus. Pada jenis transportasi ini, gondola kereta gantung bisa berubah menjadi bus jika diperlukan. Konsep ini dikembangkan di Universitas Teknik RWTH Aachen, tepatnya pada institut mekanika struktur dan konstruksi ringan. Biasanya di sana para ilmuwan mengerjakan solusi mobilitas bagi luar umum terbang bagi penumpang Tobias Meinert dari RWTH Aachen mengungkap, mereka juga berurusan dengan lalulintas penumpang. Di mana-mana ada diskusi tentang taksi terbang, yang disebut “Flugtaxi“, yang mengangkut orang di kawasan tengah kota. Ia menjelaskan, pekerjaan mereka ada kaitannya dengan angkutan penumpang, dan lewat pekerjaan mereka tahu, “Flugtaxi“ bukan solusi bagi masalah perkotaan. Tapi mereka sadar, “terbang“ tetap saja jadi alternatif bagus. Dari situ muncul ide kereta layang. Di sejumlah kota metropolitan Amerika Selatan, kereta gantung sudah lama jadi bagian transportasi perkotaan. Di La Paz, Bolivia atau Bogota, ibukota Kolumbia , warganya sudah lama bisa dengan santai melayang di atas jalan-jalan yang mandeg akibat kemacetan parah,. Ini kemudahan yang selama ini belum bisa dinikmati di kota-kota Eropa yang bagian pusatnya kerap sarat bangunan bersejarah. Tobias Meinert yang bekerja di RWTH Aachen mengatakan, gereja katedral Aachen termasuk warisan budaya UNESCO. Kalau ada halangan yang bersifat kultural seperti itu, biasanya kereta gantung tidak bisa dipasang, karena tidak bisa dibangun begitu saja di dekatnya. Biasanya kereta gantung disambungkan dengan stasiun utama, agar orang bisa berganti kendaraan. Tapi di kota-kota yang bersejarah, peluang ini terbatas, dan terutama jalur kereta gantung serta stasiun tempat naik-turun penumpang perlu tempat luas. Kerap orang tidak bisa mendirikan stasiun di tempat yang diinginkan. "Menuru pendapat kami, inilah dua alasan mengapa sistem kereta gantung sulit bisa diterapkan di Eropa Barat", ujar udara yang mendarat dan menjadi bus kota Jadi bagaimana menggabungkan mobilitas udara dan darat di Aachen dengan baik? Tobias Meiner menjelaskan, ide berikutnya adalah kendaraan itu sendiri yang harus beralih trayek menuju tempat tujuan. "Itu adalah ide awal yang kami miliki, dan kami menggabungkannya dengan teknik satelit, karena kami punya elemen penghubungnya", paparnya lebih lanjut. Kabin gondola akan mendarat dengan empat roda dan bisa melanjutkan perjalanan sebagai bus. Tempat pendaratan dan gondola dihubungkan oleh sebuah kopling, yang sebenarnya dibuat untuk menyambungkan modul-modul satelit di ruang angkasa. Tobias Meinert, menjelaskan, ini sebenarnya bagian paling menentukan dalam teknik satelit, yaitu kopling luar angkasa yang cerdas. Empat hal bisa dihubungkan di satu lokasi. Itu membuat sistem ini istimewa. Di bagian dalamnya, ada sebuah cincin yang jadi penghubung mekanis. Inilah yang mereka gunakan untuk menghubungkan beberapa modul. Di sini, listrik dialirkan lewat pasak dan lubang. Di bagian tengah terjadi penyaluran data, dan cincin dari tembaga di bagian luarnya berfungsi sebagai pemanas. Kopling luar angkasa ini adalah trasformator ideal, untuk menghubungkan secara fleksibel kabin gondola dan tempat mendaratnya yang berada di atas roda, dan disebut "skateboard." Itu sudah terbukti lewat beberapa tes. Apa yang disebut "Up Bus" juga sedang dikembangkan sebaik mungkin. Ini adalah konsep, yang akan mengubah sepenuhnya lalu lintas di kawasan perkotaan. Ini bisa membuat kota-kota metropolitan Eropa ruang hidup yang baru sepenuhnya. Kai Uwe Schröder, peneliti dari RWTH Aachen, mengungkap dengan mengangkat jalur lalu lintas utama satu tingkat lebih tinggi, mereka menciptakan ruangan untuk digunakan orang, tanpa menyebabkan kerugian apapun. Mereka juga bisa menjangkau tujuan tertentu, karena mereka menggunakan trayek bus. "Saya pikir ini kunci penting untuk membuat lalu lintas umum penumpang jarak dekat lebih menarik. Dan bukan dengan memaksa orang untuk naik kendaraan umum", kata Schröder menambahkan.“Skateboard“ Prancis untuk perkotaan Ide "skateboard" juga jadi inspirasi bagi perusahaan otomotif Prancis, Citroen, yaitu untuk bentuk lalu lintas umum jarak dekat. Seorang pelanggan bisa memesan wadah berroda empat dengan aneka ragam fasilitas. Di dalam sebuah minibus orang misalnya bisa melakukan "fitness". Alternatif lain adalah ruang santai eksklusif, di mana transportasi di kota bisa jadi pengalaman yang sangat menenangkan. Manajer Citroen, Vincent Cobee, mengatakan, memberikan warga akses ke kota, dan membuat waktu yang dilewatkan di kendaraan lebih bernilai dan nyaman. "Skateboard" juga jadi dasar visi peralihat dari satu lokasi ke lokasi lain. Ini sedang dikerjakan perusahaan Italdesign bersama Airbus. Mereka membuat kabin penumpang, yang bisa diangkat ke udara oleh sebuah Quadcopter, atau menyatu dengan wadah berroda empat, dan beralih fungsi menjadi mobil. Nama proyeknya "Popup", dan tujuannya membuat perjalanan individual di kota metropolitan. Tapi bentuk mobilitas ini juga tidak akan berfungsi tanpa adanya kopling, yang dikembangkan untuk misi luar angkasa oleh para ilmuwan di kota Aachen. Kai Uwe Schröder, dari RWTH Aachen mengatakan, kunci penghubung antar modul terdapat pada sebuah steker. Ia menambahkan, “Saya melihat banyak video, di mana mobil-mobil dihubungkan dengan 'Quadcopter' kemudian bisa terbang. Ibaratnya disulap. Nah kami punya alat penyulapnya.“ Kendaraan yang lepas landas, pasti satu waktu harus mendarat pula. Oleh sebab itu, lalu lintas dimensi ke tiga juga perlu hubungan dengan daratan. Tapi satu hal jelas masa depan mobilitas perkotaan akan berada di udara. ml/as INOVATOR sumber JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini

kemacetan dan masa depan kota